15.11.08

Selamatkan Anak-Anak Kita !!!


Sengaja tanda seru ditaruh di akhir judul. Maksudnya sebuah pernyataan, semacam pistis for- mul bernada imperatif. Anak- anak kita dalam kondisi gawat.

Kita tersentak, berita setiap tahun setidaknya 150.000 anak Indonesia jadi korban pelacuran anak dan pornografi. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding data Unicef tahun 1998 yang berjumlah 70.000 anak. Mereka berusia 14-16 tahun, setingkat anak usia SMP.

Kita geram sekaligus terenyuh. Geram sebab ahli waris bangsa ini berada dalam incaran mata penjahat. Terenyuh sebab kita lalai memberikan perhatian.

Usia 14-16 tahun menurut para psikolog dan pedagog adalah usia rawan. Serba tanggung. Disebut anak sudah lulus SD, disebut dewasa belum 17 tahun. Mereka belum bisa bertanggung jawab secara hukum. Sebaliknya secara fisik mereka sudah dewasa. Mereka gampang terpengaruh dan gampang menjadi obyek kejahatan.

Kondisi serba tanggung membuat serba sulit. Bacaan, alat mainan, dan analisis psikologis untuk anak usia SD dan SMA relatif lebih banyak dibanding untuk anak usia SMP. Apalagi untuk anak balita, bahkan anak sebelum lahir. Psikologi anak usia SMP relatif lebih sulit diraba dibanding anak usia SD dan SMA.

Analisis psikologis tentang mereka amat gampang berubah. Bagi para psikolog, usia Stum und Drang yang rentan membuat sulit memberikan pattern. Perhatian psikolog dan pedagog pun diberikan pada usia balita, bahkan terkesan kelewat banyak, sementara psikologi anak usia 14-16 tahun kurang memperoleh perhatian.

Kondisi serba tanggung membuat mereka gampang dijadikan tenaga kerja dengan upah murah, dan berbagai bentuk kejahatan lain. Data di Jakarta terdapat tidak kurang dari 10.000 pelacur anak dan di Medan 2.000 anak, menambah gawatnya kondisi anak-anak kita.

Kejahatan terhadap anak seharusnya diberi perhatian lebih serius, tidak saja dari sisi kejahatan an sich, tetapi terutama karena me-muntes generasi penerus sebuah bangsa. Secara sosial psikologis, bobot kejahatan mereka tidak kalah jauh dari bobot kejahatan psikotropika.

Dengan alasan itu, terutama demi generasi masa depan Indonesia, kita ingin sampaikan beberapa saran. Sikap bela rasa perlu ditindaklanjuti langkah-langkah konkret. Terhadap kasus-kasus kejahatan anak, tegakkan hukum dengan tegas. Korban kejahatan mereka berurusan dengan masa depan bangsa.

Kita berikan apresiasi dan dukungan pada Komnas HAM Anak. Lembaga ini tidak punya daya gigit kalau masyarakat sendiri acuh terhadap kejahatan yang mengancam anak. Sebaliknya terhadap pelaku kejahatan yang masih berusia anak, dalam sikap dan penanganan sebaiknya dalam lingkup pendidikan.

Ajakan imperatif ”selamatkan anak bangsa” tidak sekadar retoris, tetapi sebuah keniscayaan kalau kita ingin negeri dan bangsa Indonesia tidak hancur berkeping-keping seiring rasa keterpurukan akhir-akhir ini. TAJUK RENCANA KOMPAS 151108

Mau Jantan Malah Jadi Loyo



Obat penambah kejantanan merek Blue Moon dan 21 merek lainnya ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena mengandung bahan kimia berbahaya bagi manusia. Salah satu efek samping bahan kimia tersebut justru melemahkan kejantanan.

Pengumuman penarikan 22 merek obat kuat pria tersebut disampaikan Kepala BPOM, Husniah Rubiana Thamrin Akib, Jumat (14/11) siang. Ke-22 merek tersebut terdiri atas obat impor maupun lokal, jamu, dan suplemen.

Penarikan 22 merek obat kuat tersebut dilakukan setelah BPOM menerima hasil pengujian laboratorium dan laporan masyarakat. "Uji laboratorium dilakukan sejak Januari 2008 hingga hari ini," kata Husniah di kantor BPOM di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Hasil uji laboratorium tersebut menunjukkan, ke-22 obat kuat tersebut mengandung bahan kimia berbahaya bagi manusia. Sebagian merek mengandung Slidenafil sitrat sedangkan sisanya mengandung Tadalafil bahkan mengandung kedua bahan kimia itu sekaligus.

Menurut Husniah, bahaya Sildenafil sitrat bagi manusia adalah dapat menyebabkan sakit kepala, mual, gangguan penglihatan, radang hidung, nyeri dada, palpitasi (denyut jantung menjadi lebih cepat), maupun kematian.

Sedangkan Tadalafil dapat menyebabkan nyeri otot, pusing, mual, diare, muka memerah, hidung tersumbat, dan potensi seks hilang secara permanen. Tadalafil bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah maupun pasokan ke darah.

"Dua zat kimia ini seharusnya dikonsumsi atas petunjuk atau resep dokter," kata Husniah. Dia menambahkan, "Kandungan kimia itu bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam porsi yang banyak." Oleh karena itu, warga masyarakat harus berhati-hati ketika mengonsumi obat kuat tradisional maupun suplemen.

Husniah juga mengatakan, kasus kematian akibat mengonsumsi obat penambah stamina pria jarang terungkap karena kasus-kasus tersebut biasanya tidak dilaporkan dan pihak keluarga keberatan bila korban diotopsi.

"Kadang kita heran, ada pria usia 30-an meninggal mendadak. Orang mengira kematian itu karena serangan jantung. Padahal, pasti ada pemicunya. Lalu, pemicunya itu apa? Ini yang jarang diungkap," katanya. Dalam beberapa kasus, pemicu serangan jantung tersebut adalah pemakaian obat penambah stamina.

Merek-merek obat kuat yang ditarik BPOM di antaranya adalah Blue Moon (produksi PT Pasific Healthcare Indonesia), Caligula Kapsul (produksi Pabrik Jamu Air Madu), dan Sunny Zang Wang Xiong Ying Dan Pil (produksi Tibet Yuthog Healthy Product Co Ltd). "Merek-merek tersebut terdiri atas obat impor, obat kuat lokal, suplemen impor, dan suplemen lokal," kata Husniah.

Husniah menambahkan, para produsen maupun importir obat dan suplemen tersebut akan dipanggil dan BPOM akan melaporkan kasus ini ke polisi. Para produsen maupun importir tersebut dapat dijerat dengan UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan maupun UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Daftar Obat Kuat Pria yang Ditarik

1. Blue Moon - PT Pasific Helathcare Indonesia, Jakarta
2. Tripoten - PT Dexa Medica, Palembang
3. Caligula - Pabrik Jamu Air Madu, Magelang
4. Cobra X - Pabrik Jamu PI Ragil Sentosa, Cilacap
5. Kuat Tahan Lama - PD Jamu Moro Sehat, Banjarnegara
6. Lak Gao 69 - Pabrik Jamu Jaya Sakti Mandiri, Semarang
7. Lavaria - PT Rama Farma,
8. Maca Gold - PT Paramitra Media Perkasa, Jakarta
9. Okura - PT Herbalindo Sukses Makmur, Tangerang
10. Otot Madu, PT Rama Farma, Jakarta
11. Rama Stamina - PT Rama Farma, Jakarta
12. Sanomale - PT Pyridam Farma, Cianjur
13. Sari Madu - Pabrik Jamu Sari Madu Murni
14. Sunni Jang Wang Xeong Ying (kapsul) - PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta
15. Teraza - Produksi PT Rama Farma, Jakarta
16. Top One - Pabrik Jamu Paladiva, Solo
17. Urat Perkasa - Pabrik Jamu SM Jaya, Cilacap
18. Ju-mex - CV Mega Maju Mekar, Jakarta

Obat/jamu
19. Hwang Di Shen Dan - PT Multi Usaha Sentosa
20. Manovel - PT Sari Sehat Q Capung Indah Abadi, Magelan.
21. Stanson - PT Rajawali Sukses, Jakarta.
22. Sunni Jang Wang Xeong Ying Dan (pil) - PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta

Sumber: BPOM 161108

8.11.08

Minal Aidin Wal Faidzin

Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama, kita bisa melaksanakan Sholat Ied bersama-sama pada hari yang sama. Memang sih, ada beberapa kelompok kecil yang dengan persepsi mereka yang tetap beranggapan 1 Syawal tidak bertepatan dengan 1 Oktober...

Tahun ini saya menerima banyak sekali kiriman kartu, email dan sms ucapan, sekalin yang bertatapmuka langsung. Untuk itu semua saya menyampaikan terimakasih. Ternyata jarak yang memisahkan raga, tak jua sanggup memisah kedekatan jiwa kita.

Beberapa ucapan dari yang jumlahnya ribuan, yang disampaikan via kontak ini saya hadirkan kepada Anda semua, siapa tahu ucapan-ucapan yang kreatif itu bisa menginspirasi kita untuk event-event yang akan datang.

Minal Aidin wal Faidzin. Maaf lahir dan Bathin. Semoga kian hari, Allah kian sayang sama kita.

ANDRETHERIQA 1 SYAWAL 1429

6.9.08

Hormatilah Orang Yang (Tidak) Berpuasa

Sungguh waktu yang terbatas yang membuatku semakin jarang bisa menulis di sini. Dan waktu pulalah yang menyadarkan aku betapa lekasnya ia datang dan pergi. Tanpa tersadari, setahun lagi sudah terlampaui.

Tahun ini, ada yang unik. Ramadhan datang saat almanak masehi dan hijriah kompak bermula pada saat yang sama. Jadinya, agak gampang saat ini kita berhitung sudah berapa masa puasa kita berbilang hari, berapa saat lagi akan menjelang fitri. 1 Ramadhan 1429 memang bertepatan dengan 1 September 2008. Mudah-mudahan kesamaan ini juga menghinggapi saat penentuan 1 Syawal 1429, dengan berbagai metode hisab dan rukyat yang dianut berbagai kalangan.

Saat aku sahur pada rabu kemarin, aku menangkap sesuatu yang mengiriskan dalam sebuah reportase di televisi. Tampak di situ, di wilayah provinsi Banten ini, sekelompok petugas Satpol PP sedang menghancurkan sekaligus mengangkuti dagangan kuliner yang kepergok mereka sedang berdagang di bulan puasa ini.

Selang sesaat, di provinsi lain, sekelompok Satpol PP yang lain sedang merazia beberapa penduduk yang sedang menikmati makan siang mereka.

Ada apa dengan semua ini? Ada apa dengan negeri kita? Adakah sudah sedemikian jumawanya kita, untuk menerapkan bahwa tatkala kita berpuasa maka seluruh umat manusia juga harus sama berpuasanya dengan kita? Mengapa kita menjadi begitu gila hormat, justru pada saat yang sama kita telah kehilangan kemampuan untuk menghormati makhluk lain?

Masih terngiang di ingatanku, saat HandaiTaulan SemburatJingga masih rajin-rajinnya menyelenggarakan pengajian dan pengkajian sebulan suntuk sepanjang Ramadhan untuk memaknai bulan yang istimewa ini.

Saat itu, kami sepakat bahwasanya Ramadhan sudah semestinya dipandang dengan perspektif yang berbeda. Ia bukan lagi harus dimaknai sebagai bulan penuh ujian. Ramadhan justru adalah bulan penuh bonus.

Betapa tidak, di bulan ini segala iblis dan sekutu laknatnya divoorbodeen untuk lenggangkangkung di kehidupan manusia. Segala amal dan ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bahkan jikalau kita beroleh jackpot pada malam lailatul-qodar, maka apa yang kita lakukan akan sama pahalanya dengan apa kita lakukan sepanjang seribu bulan. Bukankah itu luarbiasa?

Justru sebelas bulan yang lain itulah yang sebenarnya ujian buat kita.

Hakekat puasa Ramadhan sendiri, tentu saja sudah banyak dikupas dengan gaya masing-masing di berbagai kesempatan. Aku selalu heran, jika di interaktif berbagai acara Ramadhan di semua televisi swasta, pertanyaan dan problem puasa Ramadhan yang mengemuka masih yang itu-itu saja, masih seputar perkara yang sama dengan semenjak televisi swasta mengudara dari 18 tahun yang lampau. Begitu pandirkah ummat kita, begitu pelupakah ?

Apakah saking pandir dan pelupanya kita sampai tidak ingat bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, yang Bhinneka Tunggal Ika. Negeri kita bukan sektarian melainkan pluralistik. Kita tidak pernah mengaku sebagai bangsa radikal melainkan moderat. Jadi bukan hanya ekspatriat yang ada di sini saja yang mungkin bukan muslim, tetapi anak bangsa ini juga tidak melulu muslim.

Apalagi, bukan cuma non muslim saja yang tidak berpuasa tatkala Ramadhan, kita yang muslim pun dengan kondisi dan keadaan tertentu tidaklah diwajibkan berpuasa. Sedang datang bulan, sakit, belum akil-baliqh, adalah beberapa pengecualian tersebut.

Lantas apa yang telah mengakibatkan sejumlah petugas kita menjadi begitu over-acting, sok radikal, sok fanatik alih-alih melarang kelompok tertentu melakukan tindakan tersebut, justru petugas negara sendiri yang melakukannya.

Maka, saya pun kembali terngiang dengan usul salah satu adikku di SemburatJingga, barangkali sudah waktunya kita memasang spanduk dalam menyambut Ramadhan ini dengan bunyi yang berbeda, " Marhaban Yaa Ramadhan, Hormatilah Orang Yang Tidak Berpuasa !" ANDRETHERIQA 060908

Era Bandit Berkeliaran



Sebanyak 52 anggota DPR terlibat suap. Begitu berita di Kompas delapan hari lalu. Banyak orang mengatakan mungkin lebih banyak lagi. Mungkin semuanya. Masyarakat yang tak lagi percaya kepada anggota DPR dan mengusulkan agar DPR dibubarkan.

Ketika 10 tahun lalu penguasa tunggal dijatuhkan, orang berharap kejadian korupsi sejenis yang dilakukan Soeharto tak akan lagi terjadi karena rakyat akan mengawasinya. Ternyata si pengawas sendiri terlibat korupsi.

Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah setelah kita menjalankan reformasi yang ditegakkan atas dua pilar, demokrasi dan pasar bebas, reformasi mestinya berjalan mulus?

Keganjilan ini dapat diterangkan secara sederhana dengan mengikuti karya Mancur Olson, Power and Prosperity (2000). Olson juga bertanya tentang reformasi, tetapi reformasi di Rusia: mengapa setelah rezim represif runtuh, bukan kesejahteraan yang muncul, melainkan kelompok jaharu? The lifting of the iron curtain revealed something else that the developed nations of the West, whether they had been winners or losers in World War II, did not expect to see: an extraordinary amount of official corruption and Mafia-style crime? Sama seperti kita di Indonesia, reformasi di Rusia juga dijalankan dengan memakai program demokratisasi dan pasar bebas.

Dua macam bandit

Olson menerangkan keanehan ini dengan model bandit menetap (stationary bandits) dan bandit berkeliaran (roving bandits). Pada masa rezim represif, seorang bandit berkuasa, tetapi dia bandit menetap. Artinya, dia tak akan menguras habis wilayahnya. Ia bahkan akan menjaga wilayahnya, memberi keleluasaan kepada penduduknya untuk terus maju. Dengan cara itu, ia akan terus dapat menarik berbagai pungutan yang merupakan sandaran hidupnya. Setelah rezim represif runtuh, muncullah bandit berkeliaran.

Sebagaimana di zaman kuno, jenis bandit ini mendatangi sebuah wilayah, menjarah habis wilayah, lalu pergi. Begitu cara kerjanya. Berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, menguras habis kekayaan di tempat itu tanpa menyisakan apa pun.

Ketika Indonesia di bawah Soeharto, ”orang kuat” ini menguasai seluruh Indonesia dan rakyatnya. Kekuatan Soeharto berhasil membuat semua orang bergantung kepadanya. Sementara itu, orang-orang di sekitar Soeharto merasa senang dan nyaman. Tak hanya mendapat perlindungan, juga sedikit kekayaan. Memang Soeharto terkenal membagi-bagikan kemurahan hatinya kepada semua orang yang mau mengabdinya. Hal ini berlaku bagi pegawai negeri, pengusaha swasta, dan militer.

Maka, penguasa tunggal itu berstatus bandit menetap dan menimbulkan stabilitas yang lumayan sehingga Indonesia dipuji Bank Dunia akan menjadi ”macan Asia”. Hal ini membuat orang percaya, ada hubungan erat antara stabilitas dan sukses ekonomi. Namun, ini merupakan kelihaian Soeharto. Sebagai bandit menetap, ia tak menguras habis kekayaan Indonesia, juga tak mengembangkannya. Ia membiarkan Indonesia pada tingkat tertentu yang cukup bagi penduduk untuk berusaha dan cukup untuk dikuras. Indonesia memang maju, tetapi tak akan pernah maju sampai ke titik maksimal.

Zaman bandit berkeliaran

Menurut Olson, begitu bandit menetap runtuh, muncullah bandit berkeliaran yang tak lagi terikat pada sang ”bos”. Jika mereka semula tertunduk dan terbungkuk di depan bos, kini gerak mereka bebas tak terikat menjalankan perintah apa pun. Tak ada yang ditakuti. Mereka menancapkan diri sebagai pemalak dan pemeras yang siap menjalankan aksinya.

Situasi ini persis sama dengan di Rusia sebagaimana dianalisis Olson. Ketika bandit menetap (Partai Komunis) disingkirkan, muncullah bandit berkeliaran yang menguasai daerah-daerah maupun wilayah kekuasaan lain. Mereka nyaris mengabaikan kendali oleh pusat, bergerak sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

Di Indonesia datangnya demokratisasi dan otonomi daerah sejak tahun 1999 memberi sumbangan signifikan bagi meluasnya bandit berkeliaran ini. Sistem yang lebih tepat diberi nama ”demokrasi prosedural” ini pada dasarnya membebaskan rakyat Indonesia dari cengkeraman kekuasaan otoriter Soeharto sekaligus menciptakan banyak aktor dalam perpolitikan Indonesia. Aktor-aktor ini—entah tergabung dengan parpol entah tidak—belajar bagaimana memanipulasi pemilu/ pilkada menjadi kepala eksekutif atau anggota legislatif.

Sistem demokrasi sebenarnya adalah sistem yang tak stabil. Semua politikus—di tingkat nasional, lebih-lebih di tingkat daerah—sadar, kesempatan terus duduk di kursinya hanya sekali itu saja karena sistem demokrasi menuntut rotasi pemimpin. Daripada memanfaatkan masa baktinya secara optimal, mereka malah mendapat insentif menjalankan penjarahan dan menguras habis. Mumpung berkuasa, mereka memanfaatkannya sebaik mungkin.

Khusus tentang anggota DPR / DPRD. Yang membuat mereka makin kalap dan tak terkendali adalah sistem pemilihan anggota legislatif yang tak menganut sistem distrik: nasib mereka bergantung pada pemimpin umum partai, bukan rakyat tempat pemilihan mereka. Sebagai pion partai, mereka menyetor hasil kepada partai. Dalam sistem ini, oknum memang penting, tetapi partai lebih penting. Hasil sogok- menyogok ini hanya sebagian masuk kantong sendiri. Selebihnya untuk setoran partai.

Begitulah para bandit berkeliaran menerjang memasuki wilayah-wilayah Indonesia, menguras kekayaan di situ, lalu pergi. Sementara itu, bandit berkeliaran lain telah menunggu!

I WIBOWO 060808 Koordinator ”Dijkstra Society” Jakarta

9.8.08

Amazing Beijing


Beijing nyatanya telah melampaui impianku dan Dewi Sandra, artis cantik-cerdas-polos dan rendah hati itu. Kalau aku, pengen meminang seseorang pada 080808:08 (tanggal delapan bulan delapan tahun delapan jam delapan) yang hanya datang sekali dalam seabad, Sandra Dewi pengen menikah pada tanggal yang sama. Kedua keinginan kami itu tidak terlaksana. Padahal, tahun lalu, saat kalender menunjukkan 070707:0707 (tanggal tujuh, bulan tujuh, tahun tujuh, jam tujuh malam lewat tujuh menit) aku masih sempat bikin sesuatu yaitu: Peluncuran Tangerang Gemilang Center.

Meski keinginan hatiku dan cita-cita Sandra tidak tergapai, tak galau hati ini, karena Beijing telah memberikan kompensasinya dengan sangat luar biasa.

Tadi malam, tepat 080808:080808 (tanggal delapan-bulan delapan-tahun delapan : pukul delapan-lewat delapan menit-dan delapan detik) Olimpiade ke-29 dimulai. Double triple !

Pembukaan Beijing 2008 berlangsung lebih dari tiga jam dengan dahsyat dan spektakuler. Inilah kolaborasi yang ciamik antara perhelatan olahraga dipadu dengan gelar kebudayaan ditunjang dengan tekhnologi didukung oleh semangat masyarakat dan peranserta kebijakan politik dan ekonomi pemerintah. Siapa bilang, bahwa salah satu unsur tersebut bisa berdiri sendiri ?

Gelaran yang dimulai dengan pertunjukkan kesenian, pengibaran bendera dan lagu kebangsaan RRC, devile peserta, pengibaran bendera olimpiade, permainan kembang api dan dituntaskan dengan penyalaan api koldron yang sangat fenomenal.

Li Ning, peraih 3 medali emas senam olimpiade dengan salah satu nomornya mencapai angka sempurna 10 itu, menjadi orang terakhir yang mengarak obor olimpiade. Dengan bantuan sling, ia 'terbang' dan lantas berlari setengah stadion sarang burung, dengan terus dikejar oleh tayangan visual perjalanan kebudayaan Cina, hingga ia menyulutkan api ke koldron raksasa. Entah berapa banyak rekor yang terpecahkan dalam satu pertunjukkan tersebut.

Cina, dalam hal ini Beijing, memang berkepentingan dalam agenda olahraga terbesar di dunia ini. Kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia, bagaimana mereka mengatasi krisis moneter, melampaui revolusi kebudayaan, meninggalkan ketertinggalan tekhnologi, keluar dari himpitan politik baik soal HAM-Tibet-Nepal-Hongkong-Taiwan, dan pilihan untuk tetap bertahan dalam sistem sosialis. Dan tadi malam Cina berhasil mempertunjukkannya pada dunia.

One World One Dream adalah impian bersama masyarakat dunia. Beijing adalah gerbangnya. Filosofi ini tentu menanti hasil dari pergelaran yang akan berlangsung hingga 24 Agustus 2008. Ada 28 cabang olahraga dan 302 nomor yang dipertandingkan (bandingkan dengan PON XVII Kaltim tempo hari yang mempertandingkan 46 cabang olahraga!), ada 204 negara yang mengirim atlet-atlet terbaiknya. Ada berapa banyak impian yang akan menjadi kenyataan..?

Olahraga telah menyatukan umat, tak pandang ras, agama, aliran politik dan gender serta generasi. Selamat bertanding. Percayalah di olahraga masih ada tersisa kejuangan yang paripurna. ANDRETHERIQA 080808

6.8.08

B E B episode Dua

Aku ingin dikasihi
bukan dikasihani

Aku ingin dicinta
bukan dicerca

Aku ingin dipuja
bukan dijadikan dewa

Aku ingin disanjung
bukan dipancung

Aku ingin diprioritaskan
bukan disemenjanakan

Aku ingin mendengarkan
bukan melulu didengarkan

Aku ingin didengarkan
bukan hanya sekadar mendengarkan

Aku ingin kau jadikan bulan
yang memancarkan auramu

Aku ingin kau jadikan bintang
yang menyinarimu dengan auraku

Aku ingin bergayut
ditimang dalam belaian mesramu

Aku ingin kau sandingkan kepalamu dibahuku
untuk tumpahkan segala sesak di dadamu

Aku ingin kau memahami
bukan hanya sekadar tahu

Aku ingin kau menjadi dirimu
karena aku pun tetap ingin menjadi diriku

Dan aku percaya,
engkaupun pasti begitu.

BAT 060808