(G-044 : bat-130215)
13.2.15
Jika Duduk Jangan Lupa Berdiri
(G-044 : bat-130215)
pusat data Sang SemburatJingga pada 07.52 0 komentar
Label: SelasarHatiBat
Setiap Posisi Punya Konsekuensinya Sendiri-Sendiri
(G-043 : bat-120215)
pusat data Sang SemburatJingga pada 07.50 0 komentar
Label: SelasarHatiBat
4.2.15
JEJAK LANGKAH XXIV
jika aku terluka
aku akan membiarkannya terluka
menganga
berdarah
pedih perih lara
aku tak biarkan seorang pun tahu aku menangis
hingga usai airmata
hingga kering darah
jika aku pergi
tak aku ingin seorang pun mencari
hingga selesai kisah
hingga tertutup rindu dan murka
bat-100115
pusat data Sang SemburatJingga pada 21.18 0 komentar
Label: Puisi
PENGEMBARA
aku adalah pengembara
bertualang pada setiap jengkal persada
menjejakkan langkah di rawa di rimba di ngarai gunung dan lembah
menjejalkan pikiranku pada setiap jiwa
mengawini semua lara
menyetubuhi segenap tawa
ketakutan tak pernah hinggap tak sudi singgah
bahkan pada ketika telapak kaki penuh luka penuh nanah
aku adalah pengembara
meningkahi ribuan kisah
menyudahi berlaksa fatamorgana
meludahi berjuta dusta
aku adalah pengembara
tanpa rumah
tak punya huma
hanya pada sebidang tanah aku berjanji
kelak akan kembali...
bat-yogyakarta 1988
pusat data Sang SemburatJingga pada 21.15 0 komentar
Label: Puisi
3.2.15
BATU
kulempar ke tengah telaga
batu itu berloncatan tiga empat kali
sebelum karam ke dasar sunyi
ada riak melingkar meluas
lantas perlahan pun tenang kembali
kulempar tinggi tinggi ke angkasa
berselang sekejap mata
ia kembali jatuh persis di depan kakiku
nyaris tanpa suara
bahkan percik angin pun tak berubah
Kita bukan batu kecil
kerana itu kita tidak untuk dilempar lempar
bukan sekadar dua tiga langkah berloncatan lantas tenggelam
bukan untuk mencapai ketinggian kemudian jatuh berdebam
kita bukan batu kecil
jangan pernah hanya menjadi batu kecil.
(Malang, bat-231286)
pusat data Sang SemburatJingga pada 16.30 0 komentar
Label: Puisi
HANYA ABU HANYA ARANG
ditabuh bertalutalu
sesama prajurit
sesama anak bangsa
mereka begitu bangga
bisa saling injak kepala
ditiup meliuk liuk
mengundang burung burung bangkai
terbang rendah menunggu mangsa
atas tubuh terbujur kaku
penuh luka penuh nista
di atas nanah persada
genderang perang
sangkakala pertikaian
tak akan menyisakan pemenang
kerana mereka memang bukan pemenang
tidak memiliki jiwa pemenang
kerana di tengah perang
yang tersisa cuma arang.
(bat-dago : 240115)
pusat data Sang SemburatJingga pada 16.29 0 komentar
Label: Puisi
KENANGAN II
orangtua-orangtua dahulu bicara perlahan-lahan
dan kami anakmuda-anakmuda khusyuk mendengarkan
begitu pekat kini di penglihatan
semua orang berteriak-teriak bagai kesurupan
dan tak lagi ada satu pun yang sempat mendengarkan
bat-171013
pusat data Sang SemburatJingga pada 16.27 0 komentar
Label: Puisi
