3.2.15

BATU

Aku pungut satu batu kecil
kulempar ke tengah telaga
batu itu berloncatan tiga empat kali
sebelum karam ke dasar sunyi
ada riak melingkar meluas
lantas perlahan pun tenang kembali

Aku pungut lagi satu batu kecil
kulempar tinggi tinggi ke angkasa
berselang sekejap mata
ia kembali jatuh persis di depan kakiku
nyaris tanpa suara
bahkan percik angin pun tak berubah

Kita bukan batu kecil
kerana itu kita tidak untuk dilempar lempar
bukan sekadar dua tiga langkah berloncatan lantas tenggelam
bukan untuk mencapai ketinggian kemudian jatuh berdebam
kita bukan batu kecil
jangan pernah hanya menjadi batu kecil.

(Malang, bat-231286)

HANYA ABU HANYA ARANG

genderang perang
ditabuh bertalutalu
sesama prajurit
sesama anak bangsa
mereka begitu bangga
bisa saling injak kepala

sangkakala pertikaian
ditiup meliuk liuk
mengundang burung burung bangkai
terbang rendah menunggu mangsa
atas tubuh terbujur kaku
penuh luka penuh nista
di atas nanah persada

genderang perang
sangkakala pertikaian
tak akan menyisakan pemenang
kerana mereka memang bukan pemenang
tidak memiliki jiwa pemenang
kerana di tengah perang
yang tersisa cuma arang.

(bat-dago : 240115)

KENANGAN II

masih lekat di ingatan
orangtua-orangtua dahulu bicara perlahan-lahan
dan kami anakmuda-anakmuda khusyuk mendengarkan

begitu pekat kini di penglihatan
semua orang berteriak-teriak bagai kesurupan
dan tak lagi ada satu pun yang sempat mendengarkan

bat-171013

CATATAN PEMILU 3 PERIODE LALU

Alhamdulillah, Pileg (pemilu legislatif) sudah kita lalui, dengan sentosa. Meski ada sebagian yang gundah-gulana, itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah proses demokrasi. Ada juga yang lantas menjadi gila, itu juga manusiawi. Karena bukankah, dengan moda pemilu yang begitu rupa, masih mau ikutan pun sudah merupakan gejala sakit jiwa...?

Sebentar lagi kita akan menyongsong Pilpres. Mungkin akan lebih rame, mungkin akan lebih heboh, mungkin juga akan sepi-sepi saja, mungkin lebih banyak yang apatis. Lagi-lagi, itu pun wajar saja.

Semua pihak harusnya bisa mengambil manfaat dari kesepakatan penghamburan materi, dana, energi dan fikiran yang luar biasa ini.

Setidak-tidaknya, bisa memetik hikmah. Bahwasanya, tidak ada kemuliaan yang bisa digapai dengan menista pihak lain. Bahwasanya tiada kemuliaan yang bisa dibangun sendirian, perlu pihak lain, sekecil apapun ia.

Dan mungkin juga, kita harus berfikir ulang terhadap konsep berbangsa dan bernegara kita yang sekarang ini. Negara yang tanpa konsep yang jelas, tanpa tujuan yang nyata, apalah jadinya. Perlu kita kaji ulang, seberapa jauh sudah kita meninggalkan dan menanggalkan Pancasila, terutama sila ke-4.

Sesungguhnya, pelaksanaan sila ke-4 Pancasila, tidak lantas berarti kita tidak demokratis. Demokrasi toh tidak lantas berarti saban bulan kita kudu berbondong-bondong ke TPS.

Tapi yah, sudahlah. Sebagai bukti kita tetap menjunjung tinggi demokrasi, kita turuti saja aturan yang kadung disepakati bersama tersebut. Kita ikuti saja. Kita siapkan diri untuk berani memilih pemimpin yang terbaik. Kita siapkan diri juga untuk berani menolak pemimpin yang jadi-jadian. Kita juga harus serta merta menyiapkan diri untuk menang tanpa ngesoraake, tanpa jumawa. Tapi yang paling penting, kita kudu siap untuk menerima kalah tanpa ngegerundel, ngedumel, caci-maki dan anarki.

Oke, Sobat. Yang penting dalam diri kita selalu tertanam jiwa patriotik, tetap sedia menjadi Pandu Ibu Pertiwi dan senantiasa optimis untuk menjadikan Indonesia esok yang lebih baik.

bat-2008

SATU PELITA

Nyaris lima tahun aku tidak menyentuh blog ini
terlalu sibuk dengan tugas
terlalu fokus dengan ini itu
terlalu asyik dengan medsos baru
terlupa untuk sekadar menyisir blog yang tercinta ini

lima tahun dengan begitu banyak perubahan
lima tahun yang sarat dengan berbagai perkembangan
lima tahun yang dijejali kisah
lima tahun yang di jaman Pak Harto setara dengan satu Pelita
yaa Pelita, Pembangunan Lima Tahun
satu masa yang sama dengan durasi kekuasaan
yang sama dengan kurun duduknya seseorang di tahta
yang setelahnya entah diperpanjang entah terhempas

meski dengan kemunculan berbagai fenomena media sosial yang lebih baru
harus diakui, blog masih tetap media terbaik untuk menyimpan catatan
mudah dicari
mudah dibuka
dan sangat telanjang

blog ku sayang
tampaknya mulai hari ini
aku akan kembali berkencan denganmu,
selalu.

bat-030215

: langkahku tajam
goresanku tajam
pikiranku tajam
mataku tajam
lidahku tajam
jika engkau tergores, persalahkanlah waktu dan batu yang telah mengasahku.
(bat-270115)

9.5.10

Mempersiapkan Atlet Berprestasi ala RRC

: Salah satu cara untuk bisa hidup di atas rata-rata di negeri Tirai Bambu adalah dengan berprestasi. Tapi, pernahkah kita membayangkan bagaimana prestasi di negeri yang berpenduduk lebih dari satu miliar itu dipersiapkan..? (saya anjurkan anda untuk tidak membuka rangkaian foto berikut jika tidak sanggup untuk menyaksikannya)